Pada Februari 2021, banyak akun media sosial mengunggah konten kilas balik ( throwback ) untuk memperingati dua dekade tragedi tersebut sebagai pembelajaran sejarah.
Gesekan budaya, persaingan ekonomi, dan akumulasi ketegangan sosial yang puncaknya dipicu oleh insiden kekerasan individu.
Pembuat konten sering menambahkan tahun terbaru (seperti 2021, 2024, atau 2026) pada judul video lama untuk menarik penonton dan meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Video No Sensor Perang Sampit 2021
Kadang-kadang konflik lokal kecil atau sengketa lahan (seperti yang pernah terjadi di daerah Seruyan atau wilayah sekitarnya) disalahartikan atau sengaja digoreng oleh pihak tidak bertanggung jawab sebagai "perang baru" untuk memicu keresahan. 3. Bahaya Menyebarkan Video "No Sensor"
Lebih dari 500 orang tewas (dengan banyak korban dipenggal) dan sekitar 100.000 warga harus mengungsi keluar dari Kalimantan. 2. Mengapa Kata Kunci "2021" Muncul? Pada Februari 2021, banyak akun media sosial mengunggah
Pemerintah dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mencari atau menyebarkan video kekerasan tanpa sensor terkait Tragedi Sampit karena: journal.forikami.com
Warga dievakuasi, diberikan rehabilitasi mental, dan dibangun tugu perdamaian adalah cara penyelesaian konflik sampit ini. diberikan rehabilitasi mental
Munculnya tahun 2021 dalam kata kunci pencarian video tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor:
Konflik Sampit - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pencarian untuk kata kunci sering kali muncul di media sosial, namun penting untuk dipahami bahwa tidak ada konflik besar atau "perang" baru di Sampit pada tahun 2021 . Video-video yang beredar dengan judul tersebut umumnya adalah potongan rekaman peristiwa lama dari Tragedi Sampit tahun 2001 yang diunggah kembali dengan narasi menyesatkan atau hoax .