: Jangan pernah menunjukkan wajah atau organ intim kepada siapa pun di internet, karena platform digital sangat mudah untuk direkam.
Modus ini biasanya melibatkan akun media sosial palsu (di platform seperti Instagram, Bigo, atau Telegram) yang menggunakan foto profil wanita berhijab atau berpenampilan menarik untuk memancing korban. Nama-nama seperti "Kak Mawar" digunakan untuk membangun kesan akrab namun menggoda.
Pelaku akan menawarkan jasa VCS dengan tarif tertentu. Namun, tujuan utama mereka bukanlah memberikan layanan tersebut, melainkan melakukan pemerasan setelah mendapatkan rekaman sensitif dari korban. Bagaimana Cara Mereka Menipu? : Jangan pernah menunjukkan wajah atau organ intim
Secara hukum, pelaku dapat dijerat dengan (Pasal 27B jo Pasal 45) terkait tindak pidana pemerasan melalui media elektronik, serta UU Pornografi . Cara Menghindari Penipuan VCS
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai cara kerja modus ini dan bagaimana Anda bisa melindungi diri dari jeratan penipu. Apa Itu Modus "Kak Mawar Jilbab Nakal"? Pelaku akan menawarkan jasa VCS dengan tarif tertentu
: Pelaku mencari target di media sosial atau aplikasi kencan. Mereka sering melakukan profiling untuk mengetahui latar belakang korban, seperti pekerjaan atau keluarga, guna memperkuat ancaman nantinya.
: Sering kali penipu mengarahkan korban ke grup Telegram atau situs luar melalui link tertentu yang bisa mencuri data pribadi. Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban? Secara hukum, pelaku dapat dijerat dengan (Pasal 27B
Kejahatan ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga beban psikologis yang berat. Beberapa kasus mencatat kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah karena korban terus diperas berkali-kali.